25 February 2024
Home / Artikel Alumni Menulis / Saat Indonesia ingin dikenal masyarakat dunia

Saat Indonesia ingin dikenal masyarakat dunia


Dr. Heni Rachmawati, Apt., M.Si (Alste 88)

Di antara hamparan tanah, air dan udara nan luas di muka bumi ini, ada secuil bagian di belahan timur yang merupakan kumpulan butiran titik-titik yang disatukan oleh satu ikatan nasional. Butiran titik-titik yang tak lain adalah kumpulan pulau ini membentang dari Sabang sebagai batas negara di ujung barat sampai Merauke di ujung timur, membentuk wilayah nusantara Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia adalah jamrud katulistiwa, suatu bagian kecil di muka bumi yang sepertinya merupakan wujud cinta kasih sang Pencipta yang luar biasa. Di dalam perutnya, di atas permukaannya tersimpan magligai kehidupan yang tak terkira jumlah, jenis, dan macamnya. Kekayaan dan keragaman flora dan fauna, keragaman suku bangsa, budaya, dan keindahan alamnya, adalah ujud kemanjaan sang Pencipta untuk umat yang hidup di atasnya. Hal ini tentunya tak pantas jika disia-siakan begitu saja. Tak pantas jika hanya melenakan penduduknya.

Indonesia yang melimpah akan segalanya menjadikan negara lain iri dan ingin memilikinya. Sayangnya kekaguman negara lain akan negeri ini tidak disadari sepenuhnya oleh si empunya. Sejarah masa lampau dan keterpurukan masa kini adalah bukti nyata. Haruskah kondisi ini akan terus dipertahankan? Tentu saja TIDAK!!! Indonesia harus peduli akan dirinya sendiri! HARUS MANDIRI!

Tidak ada kata “terlambat” untuk menjadi lebih baik. Harta karun di negeri ini masih melimpah dan menanti pemanfaatan yang arif untuk kemaslahatan umat. Sadar diri dan bangkit bisa menjadi bagian kehidupan dunia sebenarnya sudah lama dimulai oleh bangsa Indonesia. Kemandirian bangsa yang akhir-akhir ini menjadi slogan pemerintah, merambah ke seluruh aspek kehidupan, serentak ingin digalakkan di semua lini. Kemandirian berbasis kepada keunikan negeri dan inovasi anak bangsa harus menjadi kebanggaan negri di mata dunia.

Indonesia Innovation Day (IID) adalah salah satu program pemerintah dari kementrian riset teknologi dan pendidikan tinggi, sebagai salah satu pengejawantahan semangat kemadirian bangsa. Program ini berlangsung setiap tahun dan sudah dimulai sejak tahun 2015. Program yang mengakomodasi inovasi, kreasi dan bantuan hilirisasi para periset anak negeri di pusat penelitian dan pengembangan di Perguruan Tinggi di Indonesia dan perusahaan kecil – menengah ini dilaksanakan di Belanda. Pengenalan karya unik, inovasi dan kreatif di berbagai bidang di tingkat internasional dimaksudkan untuk merangkul investor dan mitra bisnis pada skala dunia. Pada tahun 2017, IID dilaksanakan di High Tech Campus Eindhoven, Belanda tanggal 27 September 2017 (https://www.hightechcampus.com/calendar/indonesia-innovation-day-2017).

Melalui IID 2017 ini, pemerintah dalam hal ini kementrian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi telah memberikan insentif untuk memicu perusahaan swasta melakukan riset dan pengembangan dan berinovasi serta memanfaatkan perkembangan teknologi. Pemerintah akan membawa hasil-hasi inovasi di bidang pangan dan pertanian, energi, obat-obatan ini ke dunia luar. Sebanyak 23 produk inovasi dari berbagai pusat unggulan perguruan tinggi akan dipamerkan dalam acara IID 2017 di Eindhoven Belanda, yaitu:  

  1. Cacao polyphenol extract
  2. Callina papaya (superior papaya variety with longer shelf live)
  3. Chocolate processing machinery (practical, yet advanced machinery to process cocoa beans)
  4. Ciragi (the coffee bean fermentation starter)
  5. Food packaging technology (an advanced food packaging technology)
  6. Gamboeng white tea (healthy white tea containing highest composition of antioxidant in the world)
  7. Liquid petroleum gas rubber seal
  8. Palmarin (oil palm growth bio stimulant)
  9. Palm laminated lumber
  10. Remote sensing technology for farming insurance
  11. Soeka lipstick vine (a new unique picturesque variety of lipstick vine)
  12. Spirullina crispy (marine based nutraceutical product)
  13. Buah merah capsule (cancer growth inhibitor)
  14. Fucoidant extract
  15. Gama herbal
  16. MDP kit (cancer detector)
  17. Nanomlinjo and Hezandra (nanocurcumin) – RESEARACH CENTER for NANOSCIENCES and NANOTECHNOLOGY Institut Teknologi Bandung
  18. NPC strip G (nasopharynx cancer detector)
  19. Omega 3 fish oil concentrate
  20. SS 316 L (a stainless steel bone implant)
  21. Anionic surfactant
  22. Minds.ID (an internet of things based system)
  23. Kuda laut Thruster (underwater diving thruster)

Semua delegasi yang mewakili IID mendapatkan bantuan perjalanan dan proses pencarian mitra bisnis serta penandatangan kerja sama lanjut. Yu

Karya inovasi anak negeri adalah kebanggaan bangsa dan menjadi modal bangsa untuk bermain di tengah-tengah dunia internasional. Dengan segala keterbatasan yang ada, tidak berarti tidak bisa maju, justru harus menjadi pemicu semangat untuk tidak menyerah dan percaya diri untuk terus berpotensi.

Produk kreasi nomor 17 di atas, adalah karya inovasi bidang kesehatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi masa kini (teknologi nano) untuk mengeksplorasi potensi dan meningkatkan nilai kekayaan alam Indonesia, dikembangkan di Institut Teknologi Bandung oleh penulis. Karya ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kesehatan melalui peningkatan efektivitas senyawa aktif dari alam Indonesia, tidak hanya untuk masyarakat Indonesia namun seluruh dunia.

About admin